Peperangan terbesar manusia adalah melawan hawa nafsunya sendiri. Sabar adalah sifat yang menjadikan manusia berbeda martabatnya disisi Allah. Hanya orang-orang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batasan. Karena sifat sabar adalah suatu proses kalbu dalam menerima keadaan dan kenyataan hidup.
“SYAHWAT akan menjadikan seorang raja sebagai hamba, sementara SABAR akan menjadikan seorang hamba sebagai raja” (Al Ghazali).
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah [2]:153).
“Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting” (QS Luqman [31]:17).
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Al-Baqarah [2]:45).
“… Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al-‘Ankabut [29]:45).
Pada dasarnya, ujian adalah bentuk dari kasih sayang-NYA, agar kita ‘naik kelas’ dalam kehidupan ini. Tidak ada yang diluar batas, “Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)” (QS Al-Mu’minun [23]:62).
- Tidak akan dirasakan musibah, melainkan hanyalah sebuah anugerah.
- Tidak akan dirasakan masalah, melainkan hanyalah sebuah tantangan.
- Tidak akan dirasakan cobaan, melainkan hanyalah sebuah ujian.
- Tidak akan dirasakan ancaman, melainkan hanyalah sebuah kesempatan.
Dalam pandangan tajam, kita akan melihat keberhasilan di balik setiap hambatan. Yakinilah selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS Asy-Syarh [94]:5-6).