Manusia yang mulia adalah yang banyak memberi manfaat, dan apa yang diperbuat senantiasa memberi dampak bagi kehidupan.Jadilah sumber kebaikan bagi siapa pun, dan sebarkanlah energi positif.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR Ahmad RA).
“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik mahluk” (QS Al-Bayyinah [98]:7).
Jika ada seseorang dengan sengaja datang kepada kita untuk meminta tolong, maka tolonglah, karena sesungguhnya Allah telah menggerakkan orang itu agar datang kepada kita, dan kita dianggap mampu untuk menolongnya. “Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS Al Hujurat [49]:18).
“Barangsiapa yang
- melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.
- memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.
- menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat.
“Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat… Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim” (HR Muslim RA: 4867).
Jika Allah mempatkan dirimu di posisi yang membuatmu bisa mempermudah urusan orang lain, maka mudahkanlah!
Demi Allah, sungguh engkau tak tahu bagaimana efek doa yang tulus dari mereka yang engkau permudah urusannya.
Bisa jadi di antara mereka ada orang yang jika dia bersumpah atas nama Allah maka akan dikabulkan.
Jika kita berbuat kebajikan, lakukanlah hanya untuk mencari rida Allah, jangan berharap balasan dari seseorang. “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar” (QS An-Nisa’ [4]:114).
Ada tiga pekerjaan terberat:
- Sikap dermawan dalam keadaan sempit
- Menjauhi dosa di kala sendiri
- Berkata benar di hadapan orang yang ditakui
(Imam Syafi’i)